Business Feasibility – Case Study

LKPD Pertemuan 2: Business Feasibility

📑 LKPD Pertemuan 2

Topik: Business Feasibility – Case Study

Genre: Analytical Narrative | Skill Focus: Reading & Writing

Designed for Mobile Accessibility

🔰 Tujuan Pembelajaran

ID Murid dapat membaca teks studi kasus dan menulis evaluasi singkat dengan data pendukung.
EN Students can read a case study and write a short evaluation with supporting data.

🧭 Aktivitas 1: Kosakata Kunci

ID Tugas: Cocokkan kosakata dengan definisinya.

EN Task: Match the vocabulary with its definition.

Kosakata (Vocabulary) Definisi (Definition)
Revenue = pendapatan Total uang yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa
Variable cost = biaya variabel Biaya yang berubah sesuai dengan volume produksi
Fixed cost = biaya tetap Biaya yang tidak berubah terlepas dari volume produksi
Net profit = laba bersih Pendapatan dikurangi semua biaya (laba setelah pajak)
Break-even point = titik impas Titik di mana pendapatan sama dengan biaya (tidak untung tidak rugi)
Survival rate = tingkat kelangsungan hidup Persentase organisme yang bertahan hidup dalam periode tertentu
Feed Conversion Ratio (FCR) = rasio konversi pakan Jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram daging

📖 Aktivitas 2: Studi Kasus

ID Tugas: Tandai data penting (pendapatan, biaya, survival rate).

EN Task: Highlight important data (revenue, costs, survival rate).

Pak Andi's Tilapia Farm Venture

Pak Andi recently started a small tilapia farming project in his village. He used one pond with a size of 200 m² and stocked 2,000 fingerlings. The survival rate after two months was 85%, which means 1,700 fish were still alive.

For feeding, Pak Andi spent Rp 6,000,000 on commercial pellets. Other variable costs included electricity and water, around Rp 2,000,000. His fixed costs, such as pond maintenance and equipment, were Rp 2,000,000. In total, the operational cost reached Rp 10,000,000.

After three months, the average fish size was 250 grams. Pak Andi sold 1,700 fish at Rp 12,000 each, earning total revenue of Rp 20,400,000. Therefore, his net profit was Rp 10,400,000.

Although the business was profitable, Pak Andi faced some challenges. The Feed Conversion Ratio (FCR) was 2.0, which means the feed efficiency was not optimal. He realized that better feed management and water quality monitoring could reduce costs and improve growth.

Usaha Budidaya Ikan Nila Pak Andi

Pak Andi baru saja memulai usaha kecil budidaya ikan nila di desanya. Ia menggunakan satu kolam berukuran 200 m² dan menebar 2.000 benih. Tingkat kelangsungan hidup setelah dua bulan adalah 85%, artinya 1.700 ekor ikan masih hidup.

Untuk pakan, Pak Andi menghabiskan Rp 6.000.000 untuk pelet komersial. Biaya variabel lain termasuk listrik dan air sekitar Rp 2.000.000. Biaya tetap seperti perawatan kolam dan peralatan adalah Rp 2.000.000. Total biaya operasional mencapai Rp 10.000.000.

Setelah tiga bulan, rata-rata ukuran ikan adalah 250 gram. Pak Andi menjual 1.700 ekor ikan dengan harga Rp 12.000 per ekor, sehingga pendapatan total mencapai Rp 20.400.000. Dengan demikian, laba bersihnya adalah Rp 10.400.000.

Meskipun usaha ini menguntungkan, Pak Andi menghadapi beberapa tantangan. Rasio konversi pakan (FCR) adalah 2,0, yang berarti efisiensi pakan belum optimal. Ia menyadari bahwa manajemen pakan dan pemantauan kualitas air yang lebih baik dapat menurunkan biaya dan meningkatkan pertumbuhan.

📊 Data Table (for LKPD use)

Item Amount
Pond size 200 m²
Fingerlings stocked 2,000
Survival rate 85% (1,700 fish)
Feed cost Rp 6,000,000
Other variable costs Rp 2,000,000
Fixed costs Rp 2,000,000
Total cost Rp 10,000,000
Average fish size 250 g
Selling price per fish Rp 12,000
Revenue Rp 20,400,000
Net profit Rp 10,400,000
FCR (Feed Conversion Ratio) 2.0

📈 Aktivitas 3: Analisis Faktor

Gunakan T-Chart berikut untuk menganalisis faktor keberhasilan dan risiko:

Success Factors

Contoh: Tingkat kelangsungan hidup yang baik (85%) menunjukkan kondisi air yang cukup baik.

Tambahkan analisis Anda di sini:

Tambahkan analisis Anda di sini:

Risk Factors

Contoh: FCR 2.0 menunjukkan inefisiensi pakan yang dapat meningkatkan biaya.

Tambahkan analisis Anda di sini:

Tambahkan analisis Anda di sini:

✍️ Aktivitas 4: Evaluasi Singkat

Tuliskan paragraf 80–100 kata dengan ketentuan:

  • Kalimat utama: "Based on the data, the business was profitable/unprofitable because..."
  • Sertakan minimal 2 angka dari tabel data.

Contoh: Based on the data, the business was profitable because the revenue was Rp 15,000,000 while the cost was only Rp 10,000,000. The survival rate was 90%, which shows good management. However, the FCR of 2.0 indicates that feed efficiency needs improvement to reduce costs further.

Jumlah kata: 0

🌟 Refleksi

ID Menurutmu, faktor mana yang lebih menentukan kegagalan: teknis atau manajemen?

EN In your opinion, which factor is more decisive for failure: technical or managerial?

LKPD Pertemuan 2 - Business Feasibility Case Study

Didesain untuk penggunaan di perangkat seluler • Template responsif

Comments

Popular posts from this blog

Berbagai situasi darurat di atas kapal