LKPD 2 – Produksi Seafood Beku & Kalengan
📘 LKPD 2 – Produksi Seafood Beku & Kalengan
SUPM Negeri Pariaman – Bahasa Inggris | Pertemuan: 1 x 4 JP
Tujuan Pembelajaran
- 1. Murid dapat menyebutkan 5 tahap utama produksi seafood beku dan kalengan secara lisan.
- 2. Murid dapat menyusun tabel perbandingan dengan 3 kelebihan & 3 kekurangan kedua metode.
Materi & Bacaan
Seafood Beku
Sortasi → Pembersihan → Blanching → Pembekuan → Penyimpanan
Seafood Kalengan
Sortasi → Pra-masak → Pengisian → Penyegelan → Sterilisasi
Instruksi listening – simak tahapan & perbandingan
📖 Reading Text (Indonesia - English)
Indonesia: Produksi seafood beku dan kalengan merupakan dua metode utama... (lihat teks lengkap di bawah)
📄 Baca selengkapnya
Bahasa Indonesia:
Produksi seafood beku dan kalengan merupakan dua metode utama untuk menjaga kualitas hasil perikanan. Pada seafood beku, proses dimulai dengan sortasi untuk memilih ikan yang layak. Setelah itu dilakukan pembersihan agar bebas dari kotoran. Tahap berikutnya adalah blanching, yaitu perebusan singkat untuk menghentikan aktivitas enzim. Kemudian dilakukan pembekuan pada suhu rendah, dan akhirnya penyimpanan dalam ruang dingin. Metode ini menjaga tekstur dan rasa, namun membutuhkan biaya logistik tinggi.
Sebaliknya, seafood kalengan melalui proses sortasi, lalu pra-masak untuk mengurangi kadar air. Setelah itu dilakukan pengisian ke dalam kaleng, diikuti penyegelan rapat. Tahap terakhir adalah sterilisasi dengan suhu tinggi untuk membunuh mikroba. Produk kalengan memiliki umur simpan panjang dan mudah didistribusikan, tetapi tekstur dan rasa sering berubah.
English:
Frozen and canned seafood are two main methods to preserve fishery products. In frozen seafood, the process starts with sorting to select suitable fish. Then comes cleaning to remove dirt. The next stage is blanching, a short boiling to stop enzyme activity. After that, freezing at low temperature is applied, followed by storage in cold rooms. This method maintains texture and flavor but requires high logistic costs.
Meanwhile, canned seafood goes through sorting, then pre-cooking to reduce water content. Afterward, filling into cans is done, followed by tight sealing. The final stage is sterilization at high temperature to kill microbes. Canned products have long shelf life and are easy to distribute, but texture and taste often change.
Aktivitas Pembelajaran
Guru menanyakan pengalaman siswa dengan seafood beku/kalengan.
Presentasi tabel & refleksi: "Metode mana lebih sesuai untuk daerah kita?"
Kegiatan Inti (60 mnt): Listening & reading, analisis kelebihan/kekurangan, kolaborasi membuat tabel perbandingan di karton. Isi worksheet digital di bawah ini sebagai latihan mandiri/kelompok.
📝 LKPD - Worksheet Section
Tugas 1 – Listening & Tahapan Utama
Tuliskan 5 tahap utama produksi seafood beku dan kalengan berdasarkan teks / audio.
Frozen Seafood
Canned Seafood
Tugas 2 – Tabel Perbandingan (3 Kelebihan & 3 Kekurangan)
| Kriteria | Frozen Seafood | Canned Seafood |
|---|---|---|
| Advantage 1 | ||
| Advantage 2 | ||
| Advantage 3 | ||
| Disadvantage 1 | ||
| Disadvantage 2 | ||
| Disadvantage 3 |
Tugas 3 – Refleksi
Tulis satu paragraf (50–70 kata) tentang metode mana yang lebih sesuai untuk daerah kita (pesisir/Indonesia) dan alasannya. Gunakan kosakata teknis seperti shelf life, freezing, sterilization, distribution.
Isi formulir digital sebagai latihan. Hasil dapat dicetak atau diskusikan bersama kelompok.
Penilaian
Refleksi kelas: “Metode mana lebih sesuai untuk daerah kita?” Diskusikan dengan teman setelah mengisi LKPD.
Comments
Post a Comment