Menulis Laporan
Disusun
bersama Emily Listmann, MA
Dalam
Artikel Ini:
Ketika diberi tugas menulis laporan,
wajar jika Anda merasa prosesnya akan rumit. Untungnya, jika Anda memperhatikan
instruksi, memilih subjek yang disukai, dan menyediakan banyak waktu untuk
melakukan riset, sebenarnya tidak sesulit itu. Setelah mengumpulkan hasil riset
dan membuat kerangka, Anda siap menulis paragraf demi paragraf dan mengoreksi
hasilnya sebelum diserahkan!
Bagian1
Memilih Topik
1
Bacalah
instruksi atau panduan tugas dengan teliti. Jika
guru, dosen, atau atasan memberikan panduan, pastikan Anda membacanya dengan
teliti supaya bisa memahami tugas tersebut. Umumnya, instruksi memuat informasi
seperti jenis laporan, apakah bersifat informatif atau persuasif. Selain itu,
biasanya juga ada keterangan tentang audiens, dan masalah yang harus dibahas
dalam laporan.[1]
·
Instruksi juga biasanya memuat
persyaratan struktur dan format laporan.
·
Jika ada pertanyaan, klarifikasikan
sesegera mungkin. Dengan demikian, Anda tidak harus mengulang pekerjaan karena
salah memahami instruksi.
2
Pilih
topik yang menurut Anda menarik. Biasanya,
Anda diberi kebebasan memilih apa yang akan dilaporkan. Jika memilih topik yang
menarik minat, Anda akan lebih bersemangat selama proses riset dan menulis.
Biasanya, hasil laporan akan lebih enak dibaca sehingga Anda akan mendapat
masukan atau nilai yang lebih baik.[2]
·
Misalnya, jika isi laporan Anda tentang
tokoh sejarah, pilih orang yang menurut Anda menarik, seperti wanita pertama
yang jadi gubernur di Indonesia, atau penemu sistem fondasi cakar ayam.
·
Meskipun tidak diberi kelonggaran
memilih topik, Anda tetap bisa menemukan sesuatu yang menarik dalam riset. Jika
tugasnya adalah menulis laporan tentang peristiwa bersejarah selama masa orde
baru, Anda bisa memfokuskan laporan pada musisi yang mulai berani menentang
pemerintah pada masa itu.
Tip: Ajukan
topik pilihan Anda kepada guru atau atasan dan minta persetujuan lebih dahulu
sebelum mulai mengerjakan laporan!
3
Usahakan
memilih topik sespesifik mungkin. Jika
Anda menulis topik yang terlalu luas, laporan akan tampak tidak teratur karena
Anda berusaha membahas banyak informasi sekaligus. Di sisi lain, topik juga
tidak boleh terlalu sempit sampai-sampai praktis tidak ada yang bisa
dituliskan. Usahakan menemukan satu aspek topik yang memiliki banyak detail
pendukung.[3]
·
Jika tidak yakin akan menulis apa, pilih
topik yang luas, lalu kerucutkan begitu riset dimulai.
·
Misalnya, jika Anda ingin menulis
laporan tentang Perjanjian Indonesia-Belanda, pasti Anda tahu bahwa banyak yang
bisa dibahas. Jadi, pilihlah satu perjanjian spesifik, seperti Perjanjian
Renville.
·
Akan tetapi, Anda tidak perlu
mempersempit topik itu lagi hingga terlalu spesifik, seperti “Interior kapal
USS Renville yang merupakan tempat penyelenggaraan Perjanjian Renville” karena
akan sulit menemukan sumber yang cukup.
Bagian2
Melakukan Riset
1
Masukkan
berbagai sumber
tepercaya dalam laporan. Jika instruksi laporan memberi sejumlah sumber yang harus digunakan,
atau membatasi jumlah tipe sumber spesifik, pastikan Anda mematuhinya. Sebagus
apa pun tulisan Anda, jika sumbernya tidak tepat, Anda tidak akan mendapat
penilaian yang baik. Sumber yang digunakan harus tertulis, seperti buku, surat
kabar, atau artikel ilmiah.[4]
·
Jika tidak ada panduan tentang jumlah
sumber, cobalah menemukan 1–2 sumber tepercaya untuk tiap halaman laporan.
·
Sumber bisa dibagi menjadi beberapa
sumber primer, seperti karya tulis orisinal, catatan pengadilan, dan wawancara.
Selain itu, sediakan sumber sekunder, seperti referensi buku dan ulasan.
·
Basis data, abstrak, dan indeks termasuk
sumber tersier, dan dapat digunakan untuk membantu Anda menemukan sumber primer
dan sekunder.[5]
·
Untuk laporan bisnis, mungkin Anda
diberi materi tambahan seperti laporan riset
pasar atau penjualan, atau harus
mengumpulkan sendiri informasi tersebut.[6]
2
Pergilah
ke perpustakaan jika Anda menulis laporan untuk tugas sekolah. Walaupun boleh menggunakan sumber internet, tempat terbaik untuk
memulai riset adalah perpustakaan. Kunjungi perpustakaan sekolah, perpustakaan
umum, atau perpustakaan universitas terdekat saat Anda bersiap memulai laporan.
Cari basis data perpustakaan untuk mengakses buku, jurnal ilmiah, majalah, dan
sumber lain yang mungkin tidak tersedia dalam jaringan internet.[7]
·
Manfaatkan jasa pustakawan. Mereka dapat
membantu Anda menemukan buku, artikel, dan sumber kredibel lainnya.
·
Biasanya, guru membatasi jumlah sumber
internet yang boleh digunakan. Jika Anda menemukan sebagian besar informasi di
perpustakaan, gunakan sumber internet untuk mencari detail yang tidak bisa
ditemukan di tempat lain.
Tip: Menulis
laporan kadang butuh waktu lebih lama dari yang diperkirakan! Jangan menunda riset sampai menit terakhir, atau akan
terlihat bahwa Anda tidak mencurahkan cukup usaha untuk mengerjakan tugas
tersebut.
3
Gunakan
sumber ilmiah jika Anda melakukan riset internet. Oleh karena semua orang bisa menulis apa saja dan mengunggahnya ke
internet, kadang sulit menemukan sumber otoritatif. Untuk memastikan Anda mendapat
sumber level tinggi, gunakan mesin pencari akademis, seperti Google Scholar,
Lexis Nexis, atau mesin pencari yang direkomendasikan oleh sekolah, yang
mungkin membutuhkan nama pengguna dan kata sandi.[8]
·
Contoh sumber otoritatif adalah situs
pemerintah, artikel yang ditulis pakar terkenal, dan jurnal ilmiah yang telah
ditinjau oleh sesama profesional dalam publikasi internet.
4
Gunakan
referensi dari sumber untuk menemukan materi baru. Biasanya, Anda juga bisa menggunakan sumber yang digunakan oleh
penulis sumber pertama. Misalnya, jika Anda membaca artikel yang menyebutkan publikasi
sebelumnya tentang subjek yang sama, carilah sumber itu. Anda mungkin akan
menemukan informasi baru yang menambah pemahaman tentang subjek pilihan.[9]
·
Jika Anda menggunakan buku sebagai salah
satu sumber, cek halaman belakangnya. Biasanya, penulis mencantumkan sumbernya
di bagian itu.
5
Buat
catatan sambil melakukan riset, termasuk informasi kutipan. Jika Anda menemukan sesuatu yang berguna dalam buku, artikel, atau
sumber lain, tuliskan semua yang ingin Anda ingat. Kemudian, catat semua
informasi yang bisa Anda temukan tentang sumber, termasuk penulis, tanggal
publikasi, nomor halaman, dan penerbit. Ini membantu Anda membuat bibliografi
nantinya karena informasi kutipan sudah dicatat.[10]
·
Beri halaman pada catatan supaya Anda
tidak bingung mencari sumber informasi.
·
Ingat, Anda harus menyediakan sumber
yang digunakan dalam laporan. Namun, cara persisnya bergantung pada format yang
ditentukan.
6
Gunakan
riset untuk merangkai pernyataan
tesis. Ketika
melakukan riset, Anda akan menemukan tema yang terbentuk. Gunakan tema ini
untuk membuat pernyataan tesis yang kuat. Pernyataan tesis harus meringkas apa
yang ingin Anda buktikan dalam laporan, dan semua paragraf pembahasan harus
berangkat dari ide tersebut.[11]
·
Dalam kebanyakan laporan, pernyataan tesis
tidak boleh memuat opini pribadi. Akan tetapi, untuk laporan persuasif, tesis
harus memuat argumen yang nantinya dibuktikan dalam pembahasan.
·
Berikut contoh pernyataan tesis laporan
(Tesis 1): “Perjanjian Renville dimulai tanggal 8 Desember 1947 dan ditandatangani
pada tanggal 17 Januari 1948. Perjanjian ini diadakan di atas kapal USS
Renville milik Amerika Serikat, dengan Komisi Tiga Negara sebagai
perantaranya.”
·
Contoh pernyataan tesis untuk laporan
persuasif (Tesis 2): “Perjanjan Renville diadakan di atas kapal USS Renville
yang dimaksudkan sebagai wilayah netral, tetapi penunjukan Abdulkadir
Wijoyoatmojo sebagai ketua delegasi pihak Belanda merupakan siasat Belanda
bahwa pertikaian yang terjadi merupakan masalah dalam negeri Indonesia, bukan
masalah internasional yang memerlukan campur tangan negara lain.”
7
Atur
catatan dalam kerangka. Setelah menentukan
pernyataan tesis, atur catatan menjadi struktur utama yang akan digunakan dalam
laporan. Mulailah dengan pernyataan tesis, kemudian pilih tiga atau empat ide
utama yang berkaitan dengan pernyataan tesis. Dari catatan Anda, ambil detail
yang mendukung tiap ide utama tersebut.[12]
·
Fungsi kerangka adalah sebagai
visualisasi susunan laporan nantinya. Anda bisa menyusun daftar
terperinci atau membuat peta konsep, tergantung mana yang paling sesuai.
·
Usahakan mengatur informasi sehingga
mengalir dengan logis. Misalnya, Anda bisa mengelompokkan informasi yang
berkaitan, seperti peristiwa penting dari masa kanak-kanak, pendidikan, dan
karier seorang tokoh, untuk laporan biografi.
·
Contoh ide utama Tesis 1: Latar Belakang
Perjanjian Renville, Perwakilan Indonesia dan Belanda, Isi Perjanjian.
Tip: Sebaiknya
buat kerangka di komputer supaya susunan informasi bisa diubah jika Anda
berubah pikiran.
Bagian3
Menulis Draf Pertama
1
Susun
laporan sesuai dengan format yang ditentukan dalam panduan. Lebih baik memformat fon, margin, dan spasi lebih dahulu sebelum
menulis, daripada mengaturnya nanti pada akhir proses. Kemudian, sambil
menulis, masukkan kutipan setiap kali Anda memasukkan informasi dari sumber.
Dengan demikian, Anda tidak akan lupa melakukannya setelah selesai.[13]
·
Patuhi semua instruksi format secara
persis. Jika tidak ada instruksi khusus, pilih format klasik, seperti fon Times
New Roman atau Arial ukuran 12, spasi ganda, dan margin 1 inci (1,5 cm).[14]
·
Biasanya, Anda perlu memasukkan
bibliografi pada akhir laporan, yang mencantumkan semua sumber yang digunakan.
Anda juga membutuhkan halaman judul, yang memuat judul laporan, nama Anda,
tanggal, dan orang yang meminta laporan tersebut.
·
Beberapa tipe laporan juga membutuhkan
daftar isi dan abstrak atau ringkasan. Bagian ini biasanya lebih mudah ditulis
setelah draf pertama selesai.[15]
2
Nyatakan
tesis dalam pendahuluan. Dalam pendahuluan,
perkenalkan topik dan nyatakan tesis. Paragraf pendahuluan harus menarik karena
Anda perlu memikat pembaca untuk terus membaca laporan. Sediakan latar belakang
topik, kemudian nyatakan tesis supaya pembaca tahu apa yang akan dibahas dalam
laporan tersebut.[16]
·
Contoh pendahuluan untuk Tesis 1:
“Perjanjian Renville diadakan untuk menyelesaikan perselisihan atas perjanjian
Linggarjati. Hasilnya, Indonesia hanya mendapatkan Jawa Tengah, Yogyakarta, dan
Sumatra sebagai wilayahnya karena wilayah di seberang garis Van Mook terpaksa
harus diakui sebagai daerah kekuasaan Belanda. Perjanjian ini memicu berbagai
pemberontakan, di antaranya pemberontakan DI/TII dan pemberontakan PKI tahun
1948.”
3
Awali
tiap paragraf pembahasan dengan kalimat topik. Paragraf pembahasan adalah tempat untuk menyatakan bukti yang mendukung
tesis. Tiap paragraf pembahasan terdiri dari kalimat topik dan bukti pendukung.
Kalimat topik memperkenalkan ide utama paragraf pembahasan dan mengaitkan
paragraf ini dengan tesis.[17]
·
Biasanya, Anda harus menyajikan
informasi paling penting atau menarik di awal.
·
Contoh kalimat topik Tesis 1: Perjanjan
Renville diadakan untuk menyelesaikan pertikaian atas Perjanjian Linggarjati,
dan hasilnya tetap sama merugikan bagi Indonesia, karena penarikan garis Van
Mook hanya mengakui Sumatra, Jawa Tengah, dan Yogyakarta sebagai wilayah
Republik Indonesia.
Tip: Asumsikan
bahwa pembaca nyaris tidak mengetahui apa pun tentang subjek. Dukung fakta
dengan banyak detail dan masukkan definisi jika Anda menggunakan jargon atau
istilah teknis.
4
Dukung
tiap kalimat topik dengan bukti yang didapatkan dari riset. Setelah menulis kalimat topik, sediakan bukti yang mendukungnya.
Masukkan hasil riset ini dengan menggunakan gabungan antara parafrasa dan
kutipan langsung. Dengan mengaitkan teks dalam paragraf pembahasan dengan
kalimat topik, laporan Anda jadi teratur dan alurnya juga lebih baik.[18]
·
Parafrasa berarti menyatakan ulang ide
penulis orisinal dengan kata-kata Anda sendiri. Di sisi lain, kutipan langsung
berarti menggunakan kata-kata sumber orisinal secara persis dalam tanda kutip,
dengan menyebutkan penulisnya.
·
Untuk kalimat topik di atas tentang
Perjanjian Renville, paragraf pembahasan harus memuat isi perjanjian, juga
bukti kerugian yang terpaksa harus diterima oleh Indonesia.
·
Gunakan sumber untuk mendukung topik,
tetapi hindari plagiarisme. Nyatakan ulang informasi dengan kata-kata Anda
sendiri. Dalam kebanyakan kasus, Anda akan mendapat kesulitan jika menjiplak
sumber kata demi kata. Selain itu, pastikan Anda mengutip tiap sumber sesuai
panduan format yang diberikan.[19]
5
Ikuti
bukti dengan komentar yang menjelaskan kaitannya dengan tesis. Komentar ini adalah ide Anda sendiri. Lakukan analisis pada bukti
Anda, untuk menjelaskan bagaimana bukti itu mendukung ide dalam kalimat topik,
kemudian kaitkan kembali pada tesis. Ini membantu pembaca mengikuti alur
pikiran Anda sehingga argumen jadi lebih kuat.[20]
·
Panjang komentar setidaknya harus 1–2
kalimat. Untuk laporan panjang, silakan membuat komentar dengan kalimat lebih
banyak.
6
Rangkumlah
riset dalam paragraf kesimpulan. Paragraf
ini meringkas tesis lagi dan menyediakan pemikiran akhir. Ulangi apa yang
seharusnya diambil pembaca dari laporan, dan tegaskan lagi signifikansi
informasi yang Anda sajikan.[21]
·
Hindari penyajian informasi baru dalam
kesimpulan. Jangan sampai pembaca menemukan kejutan menggantung di dalamnya.
Sebaliknya, kesimpulan harus merupakan ringkasan semua yang sudah dibahas.
Bagian4
Merevisi Laporan
1
Baca
ulang laporan untuk memastikan semua sudah dimasukkan dan masuk akal. Baca dari awal sampai akhir, bayangkan Anda adalah pembaca yang belum
pernah mendengar informasi tersebut. Perhatikan apakah alurnya mudah diikuti,
dan apakah poin yang Anda sampaikan bisa dipahami. Selain itu, cari apakah
bukti sudah mendukung tesis.[22] .
·
Tanyakan ini kepada diri sendiri, “Kalau
saya membaca laporan ini untuk pertama kalinya, apakah saya bisa memahami
topiknya setelah selesai?”
Tip: Jika
masih ada waktu sebelum tenggat, sisihkan dahulu laporan itu
beberapa hari. Kemudian, baca lagi. Ini membantu Anda menemukan
kesalahan yang mungkin terlewatkan.
2
Lakukan proofread untuk
mencari kesalahan format. Sebagus apa pun
informasinya, laporan akan tampak amatir jika penuh kesalahan eja, gramatika, atau
tanda baca. Menulis laporan dengan program prosesor kata yang dilengkapi
pengecek ejaan dapat membantu Anda menemukan kesalahan sambil menulis, tetapi
tidak ada yang bisa menggantikan proofread menyeluruh.[23]
·
Cobalah membaca laporan dengan bersuara.
Apabila mendengar kata-katanya dibacakan, Anda bisa menemukan bahasa atau
kalimat janggal yang mungkin tidak disadari sebelumnya.
3
Baca
tiap kalimat dari akhir hingga awal. Walaupun
Anda sudah merasa membaca laporan dengan cermat, kadang ada saja kesalahan yang
terlewat. Setelah proofread selesai, baca sekali
lagi, tetapi secara mundur. Mulai dengan kalimat terakhir sampai seterusnya.[24]
·
Ini trik untuk menemukan kesalahan eja
atau gramatika yang terlewat oleh mata.
4
Minta
orang lain untuk memeriksanya. Proofread oleh mata yang baru sangat membantu,
khususnya setelah Anda membaca laporan beberapa kali. Jika ada yang mau,
mintalah orang itu menunjukkan kesalahan eja dan gramatika, serta bahasa
janggal, dan apakah poin Anda sudah jelas.[25]
·
Tanyakan kepadanya, “Kamu paham apa yang
kunyatakan dalam laporan ini?” dan “Apa ada yang harus kuhapus atau
kutambahkan?” dan “Ada yang menurutmu sebaiknya diubah?”
5
Bandingkan
laporan dengan instruksi tugas untuk memastikan semua sudah terpenuhi. Kerja keras Anda patut mendapat penghargaan. Jadi, jangan sampai
kehilangan poin karena hasil pekerjaan tidak sesuai dengan instruksi. Periksa
instruksi satu demi satu untuk memastikan Anda mendapat nilai penuh.
·
Jika ada pertanyaan, tanyakan kepada
instruktur. Penting bagi Anda untuk mengetahui cara penilaian.
https://id.wikihow.com/Menulis-Laporan
16/08/2021 10:15:03
Rianda efendi
ReplyDeleteXII RPL B